Sabtu, 02 Maret 2019

Cara budidaya tanaman bunga matahari


tergantung varietasnya, dan biji–bijiannya bahkan bisa dipanen dan dinikmati sebagai camilan yang lezat. Ikuti petunjuk di bawah ini untuk mempelajari cara menanam, memelihara, dan memanen bunga matahari.

Metode 1 dari 3:
Menyiapkan Kebun


  1. 1.
    Pilih jenis bunga matahari yang sesuai dengan kebutuhan kebun Anda. Walaupun kebanyakan jenis bunga matahari tumbuh hingga beberapa meter, ada sejumlah jenis bunga berukuran kecil yang tingginya di bawah 1 meter.
    • Mammoth: Mammoth memang sudah lama punah, namun Anda tidak sedang salah membaca! Anda bisa menumbuhkan mammoth sendiri dan membangkitkannya dari kepunahan.
    • Autumn Beauty: Jenis ini menghasilkan bunga besar yang tumbuh hingga berdiameter 15 cm. Bunga ini dinamakan sesuai tampilan spektrum bunganya yang mirip musim gugur. Bunga merah tua dan cokelat kemerahan tidak jarang ditemukan pada batang besar yang bisa mencapai 2 meter ini.
    • Sunbeam:Sunbeam adalah jenis bunga matahari berukuran sedang, memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan menghasilkan bunga berdiameter sekitar 12 cm. Daun bunga Sunbeam yang panjang dan tidak simetris, serta bagian tengahnya yang sering berwarna kuning membuat bunga ini tambahan yang dramatis untuk buket bunga.
    • Teddy Bear: Jenis bunga kecil ini mencapai tinggi 1 meter dan cocok jika kebun Anda memiliki ruang tanam yang sempit.
  2. 2.
    Cari lahan dengan sinar matahari penuh dan terlindung dari angin. Bunga matahari tumbuh dengan subur pada iklim hangat hingga panas dengan sinar matahari penuh pada siang hari. Iklim dengan musim panas yang panjang dan panas sempurna untuk menumbuhkan bunga matahari.
    • Jika mungkin, lindungi bunga matahari dari angin. Tanam benih bunga matahari di sepanjang pagar, di samping rumah, atau di belakang barisan pohon yang kuat. Jika mungkin, tanam bunga matahari Anda pada sisi utara kebun. Ini akan mencegah batang bunga yang besar menghalangi tanaman lain di kebun.
  3. 3.
    Periksa pH tanah Anda. Bunga matahari lebih memilih tanah yang sedikit asam hingga sedikit basa dengan pH antara 6,0 dan 7,5. Namun bunga matahari relatif elastis dan bisa tumbuh di kebanyakan jenis tanah.
    • Kantor penyuluhan pertanian setempat biasanya menyediakan format, tes dan instruksi pengujian tanah.
    • Jika kadar pH tanah di bawah 6,0, perkaya tanah menggunakan kompos asam atau campuran tanaman.
    • Jika kadar pH tanah di atas 7,5, campurkan butiran belerang untuk menurunkan kadar pH.
  4. 4.
    Pastikan tanah dapat mengalirkan air dengan baik.Walaupun bunga matahari sangat mudah bertahan hidup, satu hal yang bisamembu adalah genangan air.
    • Pastikan lahan Anda memiliki pembuangan air yang benar, atau Anda dapat membangun kotak tanam yang sederhana.
    • Jika perlu, buatlah sebuah kotak taman dari triplek yang tersedia dalam ukuran panjang 2,5 meter. Kayu cemara adalah pilihan bagus untuk membuat kotak ini karena tidak akan rusak jika terkena air.
  5. 5.
    Biarkan tanah menghangat sepenuhnya sebelum ditanami.Tanamlah benih bunga matahari pada awal musim panas setelah tanah benar–benar hangat. Ini biasanya terjadi di antara pertengahan April dan akhir. 

Metode 2 dari 3:
Menanam Benih Bunga Matahari

  1. 1.
    Gemburkan tanah menggunakan tangan atau sekop. Tanah harus gembur dan ringan sebelum menabur benih bunga matahari. Jika tanah Anda rendah nutrien atau memiliki drainase yang buruk, tambahkan 6-10 cm kompos.
  2. 2.
    Gali lubang sedalam 2,5 cm dengan jarak 45 cm antara satu dengan yang lain, tergantung ukuran jenis bunga. Anda cukup menggunakan tangan untuk menggali lubang-lubang kecil ini. Jika ditanam per baris, pastikan Anda memberikan jarak sekitar 75 cm antarbaris. Bunga matahari memerlukan banyak tempat untuk tumbuh dengan sehat.
    • Untuk jenis bunga matahari berukuran besar, berikan jarak 45 cm antara setiap benih.
    • Untuk jenis bunga matahari berukuran sedang, berikan jarak 30 cm antara setiap benih.
  3. 3.
    Masukkan beberapa benih pada setiap lubang dan tutupi dengan tanah. Anda bisa mengatur masa penanaman selama beberapa minggu agar bunga bermekaran pada waktu yang berbeda sepanjang musim panas. Karena bunga matahari mekar setiap tahun, artinya mekar sekali setahun, mengatur masa penanaman benih memungkinkan Anda menikmati mekarnya bunga selama kurun waktu yang lebih lama.
  4. 4.
    Berikan sedikit pupuk setelah menanam benih. Pilih pupuk organik bila memungkinkan, dan sebarkan pada area tanam untuk mengembangkan batang bunga yang kuat.
  5. 5.
    Siramkan air ke seluruh permukaan tanah setelah menanam dan memberi         pupuk.Pastikan Anda membasahi tanah, namun tidak membuat benih basah kuyup atau membanjirinya.

Metode 3 dari 3:
Merawat Bunga Matahari

  1. 1.
    Sirami seluruh tanaman setiap hari. Bunga matahari memiliki akar tumbuh jauh ke dalam dan lebih suka disirami air banyak-banyak dan jarang, dibandingkan disirami air sedikit-sedikit dan sering. Sesuaikan rutinitas pemberian air khususnya pada minggu yang panas atau berawan. Di negara 4 musim, bunga matahari akan mekar pada pertengahan hingga akhir musim panas, di antara 2 dan 3 bulan setelah penanaman.
  2. 2.
    Berikan lapisan mulsa di permukaan tanahnya. Setelah tanaman tumbuh cukup tinggi, berikan lapisan jerami bebas biji atau mulsa lainnya untuk menahan kelembapan dan mencegah pertumbuhan gulma. Tambahkan lapisan mulsa lagi setelah hujan lebat.
    • Jika Anda menanam bunga matahari sebagai penghasil biji atau bunga, berikan sekitar 4 cm kompos kotoran hewan setelah tanaman tumbuh setinggi 0,5 meter.
  3. 3.
    Berikan pancang jika perlu. Jika Anda tinggal di area berangin atau batang bunga kurang kuat, Anda dapat memancang tanaman dengan kayu atau bambu untuk menambah berat tanaman.
  4. 4.
    Basmi hama dan jamur.Walaupun relatif bebas serangga, ngengat abu–abu kecil bisa bertelur di permukaan bunga. Cukup ambil cacing kecil untuk membasminya.
    • Bunga matahari juga memiliki kemampuan untuk mengikat jamur dan penyakit. Jika salah satu dari kedua hal ini terjadi, semprotkan fungisida pada bunga.
    • Rusa dan burung juga dikenal sebagai pemakan bunga matahari. Pasang jaring untuk mencegah binatang ini untuk mencegahnya menghancurkan bunga.
  5. 5.
    Potong bunganya untuk dipajang. Untuk menempatkan bunga di dalam vas, potong tangkai di sudut tertentu di pagi hari sebelum bunga sepenuhnya terbuka. Ganti air vas setiap hari untuk menjaga bunga tetap segar.
  6. 6.
    Panenlah bijinya. Ketika biji–bijiannya mulai mengering dan kecokelatan dan kepala bunga mulai terkulai, biji bunga matahari siap untuk dipanen. Potong bunga dengan batang sepanjang 5 cm lalu gantung kepala bunga terbalik sampai benar–benar mengering. Pilih tempat yang kering dan berventilasi cukup sebagai tempat menggantung bunga.
    • Untuk mendapatkan biji bunga matahari panggang yang enak, rendam semalaman di dalam air dan garam. Lalu tiriskan dan tempatkan di atas loyang. Panggang dalam oven panas yang rendah (antara 90°C and 120°C) sampai sedikit kecokelatan. 

Tips

  • Jenis tanah tidak terlalu menjadi masalah untuk bunga matahari. Tanah kering yang baik dengan banyak gambut, kompos, atau pupuk kandang akan membantu bunga tumbuh tinggi dan kuat.
  • Bunga matahari paling baik tumbuh di tempat Anda menanamnya. Memindahkan bunga tidak akan membuat bunga tumbuh dengan baik.
  • Ingat bahwa bunga matahari akan tumbuh sangat tinggi dan bisa menutupi tumbuhan lain jika Anda tidak berhati–hati. Bunga matahari selalu mengarah ke arah matahari terbit, jadi pikirkan hal ini saat menanam.
  • Jaga area sekitar bunga matahari bebas rumput, dan jangan gunakan bahan kimia atau menabur benih rumput di dekat bunga.
  • Jika tidak tersedia banyak ruang, Anda sebaiknya menanam lebih sedikit bunga matahari. Semakin bunga dipaksa bersaing mendapatkan nutrisi, akan semakin lemah setiap bunga nantinya.
  • Jika ada burung pengganggu yang memetik benih keluar, tempatkan bulu penutup taman polyspun di kepala bunga matahari untuk mencegah benihnya dimakan oleh hama.

Peringatan

  • Bunga matahari tidak suka cuaca dingin! Hindari salju; tunggu cuaca yang lebih hangat sebelum menanamnya.
  • Rusa menyukai bunga matahari. Pastikan untuk menumbuhkannya di area terlindungi sehingga bunga tidak akan dimakan.
  • Burung–burung mungkin mematuk benih sesaat setelah ditabur. Tempatkan jaring di area tanam utuk mencegah burung memakannya.

Selasa, 22 Januari 2019

Cara budidaya pohon pisang

6 Cara Menanam Pohon Pisang Agar Cepat Berbuah


Buah pisang adalah salah satu buah yang memiliki banyak akan manfaat. Kandungan nutrisi yang terdapat pada buah ini sangat banyak dibutuhkan oleh tubuh. Tanaman pisang ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat kita terlebih karena tanaman ini sudah sangat sering ditanam pada rumah.

ads
Terlebih, peluang bisnis yang bisa didapatkan dari pisang ini juga masih sangat luas karena banyaknya manfaat yang bisa diapatkan. Secara umum, saat ini pisang tidak banyak yang melakukan budidaya secara intensif. Hanya sebagian kalangan saja yang melakukan budidaya secara masif. Oleh karena itu, budidaya buah pisang sangat diminati oleh semua kalangan. Berikut adalah teknik yang dibutuhkan untuk cara menanam pohon pisang agar vepat berbuah.
  • 1. Pembibitan dari Tunas Pisang
Biasanya, pada pemilihan bibit pisang ini digunakan dengan menggunakan tunas. Tinggi tunas yang biasanya digunakan untuk menjadi bibit adalah yang memiliki tinggi sekitar 1 – 1.5 m yang memiliki kelebaran umbi sekitar 15 – 20 cm. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, sebaiknya anakan yang digunakan adalah yang diambil dari tanaman pisang yang termasuk dalam kategori yang sehat serta baik. Selain itu, ketinggian dari bibit tanaman ini juga akan berpengaruh terhadap produksi dari tanaman pisang itu sendiri.
Pada bibit anakan tanaman pisang ini sendiri juga dibagi menjadi dua jenis: anakan tua serta muda. Dalam hal ini, anakan dewasa akan memiliki potensi untuk lebih baik dijadikan bibit karena kesiapannya lebih matang, yaitu telah memiliki calon bunga dan persediaan makanan yang tersedia didalam batang. Selain itu, penggunaan tunas bibit yang masih berbentuk tombak dan daun yang masih seperti pedang juga lebih dibaik daripada daun dari tunas sudah melebar.
Untuk mendapatkan bibit, hal yang dapat kita lakukan adalah dengan cara membeli atau ambil dari kebun sendiri. Pada penanamannya itu sendiri, bibit akan di tanam pada jarak yang tidak terlalu rapat antar pohonnya yaitu dengan jarak 2 x 2 m. Pada pohon induk akan dibiarkan terdapat beberapa tunas sekitar 7 hingga 9 buah tunas. Apabila lebih dari itu, sebaiknya dilakukan pula pemangkasan agar dapat mengurangi jumlah tunas yang ada.
Selain itu, guna untuk menghindari terkenanya hama serta penyakit pada tanaman pisang. Biasanya sebelum penanaman bibit perlu dilakukan beberapa cara berikut.
  • Setelah memotong tunas tanaman pisang, sebaiknya kita membersihkan tanah yang terdapat pada tunas tanaman pisang.
  • Lakukanlah penyimpanan bibit pada tempat yang teduh selama 1 hingga 2 hari agar potongan yang terdapat pada umbi pisang mengering. Kemudian, buanglah daun-daun lebar yang terdapat pada batang tanaman.
  • Lakukan perendaman terhadap bibit umbi, tetapi hanya sebatas leher dari batang saja dengan menggunakan insektisida 0.5 – 1% kurang lebih 10 menit. Kemudian bibit dikeringkan kembali
  • Apabila tidak memiliki insektisida, sebaiknya kita merendam umbi tanaman pisang dengan menggunakan air bersih yang mengalir selama kurang lebih 48 jam.

2. Media Tanam
Untuk perkembangannya, tanaman pisang dapat tumbuh dengan menggunakan tanah yang memiliki banyak humus, memiliki kandungan kapur maupun tanah yang berat. Karena pada dasarnya tanaman ini menyerap banyak nutrisi yang terdapat pada tanah maka sebaiknya pembudidayaan tanaman pisang menggunakan media tanam atau tanah berhumus yang telah dilakukan pemupukan. 
Selain itu, air juga harus tersedia untuk menumbuhkan tanaman pisang. Meskipun sangat dibutuhkan, tetapi kita tidak boleh membuat tanaman tersebut tergenang oleh air. Tetapi, penanaman dari tanaman pisang itu sendiri harus diairi secara intensif. Apabila tanaman pisang ditanam pada tanah yang basah, ketinggian air yang dibutuhkan untuk menanam adalah 5 hingga 200 cm.
Apabila di daerah setengah basah adalah sekitar 100 – 200 cm dan apabila di daerah yang tergolong kering yaitu 50 – 150 cm. Apabila media tanam yang digunakan berupa tanah yang sebelumnya telah mengalami erosi, maka hasil panen yang dihasilkan dari tanaman pisang tidak akan maksimal. Selain itu, tanah yang dibutuhkan untuk menanam pisang adalah tanah yang tergolong mudah untuk menyerap air. Selain, itu tanaman pisang tidak dapat tumbuh apabila tanah yang digunakan mengandung garam sekitar 0.07%.
3. Pengolahan Media Tanam Pisang
Cara menanam pohon pisang sangat mudah yaitu dengan penglolahan media tanam yang baik. Ketika membuka lahan yang akan digunakan untuk menanam. Sebaiknya lahan yang akan digunakan telah dipertimbangkan sematang mungkin, khususnya dibagian iklim, ekonomi, serta letak pasar tempat dimana pisang kemudian akan diolah kembali. Selain itu perlu diperhatikan pula dari keamanan dari tempat menanam tanamannya.
Lahan yang digunakan juga sebaiknya telah bersih dari hama-hama penggangu yang apabila dikemudian hari dikhawatirkan akan menggangu proses pertumbuhan dari tanaman pisang itu sendiri. Dan perlu dilakukannya penggeburan tanah agar terjadinya proses pertukaran udara serta racun-racun yang terdapat di tanah dan membuat saluran irigasi agar saluran air dapat dikontrol dan tidak membuat tanaman pisang mendapatkan terlalu banyak air dalam proses pertumbuhannya. 
Selain itu, tanah sebaiknya dibuat teras apabila posisi tanah berada di kondisi tanah yang miring, sebaiknya dibuat teras agar keadaan tanah dapat digunakan untuk menanam. Tanamlah tanaman seperti lamtoro guna ntuk menjaga tanah agar tidak terjadinya erosi.
Pembuatan saluran air kemudian sebaiknya dibuat dengan kemiringan yang kecil apabila berada di tanah yang datar. Kemudian pada sekitar saluran air ditanami tanaman agar menghindari erosi pada saluran air yang telah dibuat.

4. Teknik Menanam Pisang
Pada 3 bulan pertama, buatlah jarak antar tanaman yang terbilang cukup lebar. Gunakan pola tanaman tumpeng sari antar tanman. Kemudian buatlah lubang tanam dengan ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm pada tanah yang tergolong berat, 30 x 30 x 30 cm untuk tanah gembur dan kerapatan antar tanaan 3 x 3 untuk tanah yang berukuran sedang dan 3.3 x 3.3 untuk tanah yang berat. Cara menanam Pohon pisang dilakukan menjelang musim penghujan, sebelumnya lubang harus diberikan pupuk organic sebanyak 15 – 20 kg. Dengan memberikan pupuk organic, maka buah yang dihasilkanpun akan menjadi lebih baik. 
5. Teknik Pemeliharaan Tanaman pisang
Untuk mendapatkan hasil yang tanaman pisang yang baik. Maka sebaiknya dilakukan pemotongan terhadap tanaman pisang hingga terddiri atas 3 – 4 batang pada satu rumpun. Apabila telah memasuki tahun kelima, maka sebaiknya rumpun diganti dengan tanaman yang baru.
Proses penyiangan harus secara regular dilakukan guna untuk membersihkan rumput liar atau hama parasite yang berada pada sekitar tanaman pisang. Seperti proses penyaingan pada umumnya, sebaiknnya dilakukan proses penggemburan tanah dan menimbun kembali dappuran oleh tanah agar tunas dan akan semakin banyak. Hati-hati ketika sedang melakukan penyiangan karena akar tanaman pisang ini terbilang sangat pendek, yaitu hanya 15 cm dibawah permukaan dari tanah.
Membersihkan daun-daun yang sudah mulai mengering juga perlu dilakukan guna untuk menjaga kebersihan tanaman dan lingkungan, hal ini biasa disebut dengan perempalan.
Lakukanlah penyiraman agar tanaman pisang yang ditanam dapat tumbuh subur dan menghasilkan jumlah produksi pisang yang banyak. Berikanlah air kepada tanaman dengan cara menyiraminya atau dengan memberikan air pada parit-parit yang berada di sekitar tanaman pisang.
Biasanya, hama yang berada pada tanaman pisang ini adalah ulat buah, ulat daun, dan ulat bunga. Cara termudah mengatasinya adalah dengan cara menggunakan insektisida seperti Malathion dan Pestona.
6. Ketinggian Tempat Menanam Pisang
Sebenarnya, tanaman pisang ini tergolong tanaman yang dapat ditanam dimana saja, yaitu dapat menerima kondisi dataran tinggi serta kekeringan. Apabila di Indonesia, pada umumnya pisang dapat tumbuh dan berkembang di dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian yang mencapai 2.000 mdpl. Tetapi, untuk jenis yang lainnya dapat mencapai ketinggian 1.000 mdpl.

Cara budidaya tanaman bunga matahari

tergantung varietasnya, dan biji–bijiannya bahkan bisa dipanen dan dinikmati sebagai camilan yang lezat. Ikuti petunjuk di bawah ini un...